[cinta kasih]


aku bertanya-tanya tentang bagaimana siasat kemelut ini bekerja, pada apa yang kujalani sebab kepalaku yang ditancap dan berlubang, pada apa yang kulakoni sebab mukaku yang terlipat dan bertekuk, pada apa yang kuperbuat sebab hatiku yang robek dan cacat.


ialah sebuah gambar, yang umurnya pun lebih tua dari umurku, ia sungguh tak sedikit pun mengibaratkanku. robekan-robekan usang sudah diterimanya, gelungan kasar melapukkannya, paku ditancap dan bekasnya pun melubanginya. ia sungguh tidak mengibaratkanku. air mukanya menyejukkanku, mata nanarnya menyayatku, belai tangannya menyanjungku, lembut hatinya memedihkanku, cinta kasihnya memugarkanku.


lama ia kulihat-lihat dalam segala keusangannya. bukan karena saat aku terpaksa harus masuk ke bilik di mana ia dipamerkan, tapi ada sesuatu yang sungguh tak keruan. kudapati mata kami saling menatap, tapi bukan nanar yang ia sodorkan. matanya sungguh memedihkan hingga kulinangkan air mataku. kudapati tanda bekas benda keras merobekkannya, tepat pada salib yang terletak di dadanya, di atas hati berduri yang melingkarkannya. salib dan hati berduri itu sungguh menyesakkan dadaku.


aku bertanya-tanya tentang mengapa akhirnya ia boleh jadi mengibaratkanku. kepalaku yang kusut, mukaku yang masam, hatiku yang miskin, di segala kemelutku. aku ialah gambar itu, sungguh bercela dan cacat; gelap dan usang; tak berdaya dan lapuk. lalu mata dan hati kami berjumpa, di bilik kamar sempit dan tak terkira, kami berjumpa untuk sesuatu yang tak tahu apa. ia sekonyong-konyong bukanlah gambar itu. ia ialah ia yang sungguh menyejukkanku, menyanjungku, dan memugarkanku.


🍀

(medan. minggu, 4 september 2022)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[penyakit tua]

[apa gerangan ibu?]

[ironi]