[apa gerangan ibu?]
apa gerangan hai ibu? kenapa kau pura-pura tidur? matamu tertutup, bulu mata
lentikmu mengibas-ngibaskan keresahan. kau sapu tilam ke kiri dengan badanmu,
untuk sesaat lagi kau belokkan ke kanan. mencari nyaman seraya diburu napasmu
agar tenang.
apakah kegiatanmu yang sudah kau lakoni 20-an tahun itu sudah mengoyak-ngoyak
bajumu tanpa sisa? atau kau sedang berada di dalam pusaran dunia statis yang
kau ciptakan tanpa sadar?
168 menenggelamkan dagingmu pada satu rupa yang begitu candu.
10080 menarikmu dari depan, mendorongmu dari belakang, serta-merta membisikkan
renjana yang ambigu.
604800 kali kau mengabur-ngaburkan pikiran, tapi sempurna ia semakin bertahan.
mungkin dua kalimat tanya tadi kurang mengusikku dibanding yang satu ini. apa
kau khawatir karena enggan lagi menyuapiku? inginkah mengusirku dari rumah yang
kita tinggali ini, semenjak waktu itu kau juga memastikan akan membangun dunia
yang lebih cemerlang?
ini sama seperti melihat nenek waktu aku juga tidur disampingnya. dia malah
aneh, lasak sekali berjalan ke sini ke sana. padahal malam
lengang tenang. sepertinya malam memang membabi buta.
(pulo raja. sabtu, 13 november 2021)
Komentar
Posting Komentar