[penyakit tua]

 

aku sedang memasukkannya satu per satu ke dalam celengan penyesalan, yang seperti bom waktu, dengan tanpa pola menerjangku. aku tak tahu apa yang sedang kumasukkan. kadang terlintas sekelebat pikiran seperti, "kenapa harus yang ini? kenapa tak yang itu? kenapa jadi begini? kenapa aku begitu?"

 

kala tua nanti, pesakitan ini semakin gaduh menungguku. kala lanjut usiaku nanti, jalan kemelaratan ini semakin panjang merayuku. hari-hari tuaku diisi oleh sakit-penyakit yang datang bukan karena alasan umur, tapi karena penyesalan yang meradang hari per hari. seperti kanker yang menggerogoti satu sel ke per seribu sel yang lain, dengan tanpa tedeng aling-aling menghilangkan.

 

biarkan aku dibawa olehmu dengan sakit-penyakit ini, walaupun itu berarti tak berujung, dan katakan padaku bahwa jalan panjang ini juga kau sedang susuri. biarkan aku menjamah yang kusuka, walaupun itu berarti  dunia menjebakku, dan katakan padaku bahwa pesakitan ini kau juga.

 

aku tak ingin terjebak oleh dunia--dan orang-orangnya--, meskipun itu berarti aku sangat melankolia. aku ingin berjalan panjang sekali--bermil-mil jaraknya--, meskipun itu berarti memporak-porandakan dahaga. 

temani aku, hai, (teman memanen)🍀.


(medan. rabu, 8 desember 2021)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[apa gerangan ibu?]

[ironi]